Minggu, 21 April 2013

Bahaya Ciuman

asalamualaikum friends... ane yakin, pasti banyak dari para pembaca sudah mengerti tentang ciuman, bahkan banyak yang sudah pernah ciuman,,, hayo ngaku,,,, ya saya akui ciuman itu memang nikmat karena disitu ada setannya... tapi tahukah teman2 efek dari ciuman?


Ciuman itu ada dua macam, yaitu:

Biasa, yaitu mencium dua bibir dengan cepat. 

Dalam, yaitu mencium kecupan yang serius antara bibir, lidah, rongga mulut, dan gigi. Ciuman jenis ini dikenal dengan Ciuman Seksual.
ciuman karna nafsu tuh, bukan karna cinta
         Ciuman menjadi trend dalam aktifitas pacaran pada saat sekarang ini. Banyak sekali anak muda yang tidak menyadari aktifitas semacam ini bisa berbahaya, memang tidak terasa secara langsung biasanya akan bertahap bakteri menular ke sela-sela dalam tubuh. Kemudian setelah itu barulah disadari bahwa hal ini diakibatkan oleh ciuman yang tidak sehat. Hayo gimana?

Ciuman dikenal dalam Psikologi Seksual berfungsi sebagai daya rangsang pembangkit hasrat birahi, maka tak jarang dari ciuman malah meluas daerah pelampiasan nafsunya, seperti: meraba atau meremas payudara, mendekap untuk mendekatkan tubuh masing-masing, dan hal lainnya. Selain itu ciuman punya efek, jika pada cewek payudara akan mengencang dan vagina mulai melebar, sedang pada cowok penis akan membesar dan keras. Maka untuk itu, ciuman dalam pacaran seharusnya tidak dibudayakan lagi. Sebab bisa membawa sepasang kekasih terhadap perilaku lupa diri, melupakan kebenaran saat dikuasai oleh nafsu dalam mencari kesenangan susah disadarkan nantinya. Ditakutkan malah berlanjut ke berhubungan badan tentunya itu lebih buruk. Pastinya bakal terjadi perzinahan. Ya, jika sudah menjadi sepasang Suami Istri itu tidak nggak masalah sebab cumbu rayu perlu sebagai pembangkit birahi dengan tujuan menggapai fitrah manusia, mengembangkan keturunan lebih tepatnya memproduksi anak.

Cara penyebaran virus atau bakteri dari ciuman itu gimana?
         Tau nggak, dalam lidah itu bisa menampung segala macam bakteri, Jika disebutkan, ada bakteri batuk, bakteri filek, bakteri sariawan, bakteri yang ada ditenggorokan, bakteri jamur, bakteri hiv, dan bakteri lainnya yang lebih berbahaya. Sedang kita tak tau apa orang tersebut sehat lidahnyakah atau tidak. Apalagi latar belakang pasangan sudah berkali-kali pacaran tentu jika dihitung atau diperkirakan berapa kali melakukan ciuman. Perilaku ciuman yang berganti pasangan nyaris lebih mudah terkena tularan virus atau bakteri, apalagi kita sendiri tidak tau mantannya siapa dan gaya hidupnya seperti apa. Untuk itu, disarankan lebih baik tidak ciuman sama sekali sebab dalam pacaran bukanlah ikatan yang sebenarnya ada kalanya bisa putus. Jadi, lebih baik ciuman dilakukan setelah benar-benar sah sebagai Suami Istri bagian ForePlay (permulaan dalam tahap perangsangan) sehingga tularan virus atau bakteri itu sendiri kemungkinan kecil. Insya Allah, jika kedua insan tersebut menjaga kehormatan diri masing-masing diluar rumah.

Sebagai contoh:
         Lexa sedang sakit sariawan, kemudian melakukan ciuman dengan Dhani. Lexa keheranan sebab sariawannya bisa sembuh seketika, berlainan sedang Dhani mulai merasakan gatal-gatal di lidahnya ternyata setelah bebarapa hari kemudian Dhani sariawan. Ternyata penyakit sariawannya berpindah dari Lexa ke Dhani.
         Salah besar menyebarkan penyakit ke orang yang tidak tau jika dirimu itu sedang terkena penyakit berbahaya semacam HIV atau sakit biasa aja. Jadi, hentikan gaya pacaran yang tidak sehat, demi kamu juga kebaikannya toh sekedar ingetin.
         Jika seperti itu, ciuman memang benar bisa menularkan penyakit yang diderita oleh seseorang, Kata dr. Boyke Dian Nugraha pun seperti itu bahwa, "Berhati-hatilah ciuman sebab bisa dijadikan ajang penularan bakteri atau penyakit," seperti disebutkan dalam bukunya.
         Biar lebih jelas lagi diberi gambaran, seperti ini:
Saat ciuman biasanya melumat-lumat bibir, lidah (pangkal atau ujungnya), ujung gusi, menyentuh gigi, apa yang ada didalam disinggahi. Beuh. Jika bertemu lidah dengan lidah niscaya gejolak seksual semakin tinggi artinya menggairahkan, Jika lidah itu sudah menyentuh bagian mana saja dari situlah bakteri atau virus itu menempel atau berpindah tempat. Sebab diyakini pakar Seksologi, lidah itu bisa menampung segala macam bakteri. Sehingga perlu dipastikan lidah seseorang itu benar-benar sehat apa tidak, atau malah mengandung penyakit, lihat juga kondisi tubuh orang tersebut. Semoga sudah jelas dengan hal ini.
         Sekarang, banyak orang yang mencari tau tentang rasa ciuman ternyata hanya dengan logika saja sudah terjawab tanpa harus mencoba terlebih dahulu. Lalu, gimana tuh? Saat bibir tidak mengunyah makanan pasti rasa bibir itu tawar (netral). Tapi sebaliknya, jika memakan permen, kopi, menghisap rokok, dan hal lainnya sebelum ciuman maka rasa permen, kopi, bau rokok, masih berbekas rasanya itu di bibir. Dari situlah, sebenarnya rasa ciuman itu terasa. Pada hakikatnya, bibir itu tawar atau netral ibarat air putih jika sudah dicampur dengan bubuk minuman lain pasti berubah rasanya. Cobalah lumat bibir sendiri, pasti tau benar-benar tawar, bukan? Bandingkan jika setelah mengunyah permen nggak tawar lagi malah bibirnya rasa permen itu kenyataaannya. Tak perlu dicoba ciuman ke orang lain, toh sudah jelas bukan? Jalan sehatnya, jika memang terlanjur ciuman sudah saatnya hentikan kebiasaan tersebut bukannya dosa.


Gimana, dalam Pandangan Islam, boleh tidaknya ciuman?
         Ciuman dalam Islam hukumnya Haram, jika belum sahnya menjadi Suami Istri berarti jika dalam tahap pacaran dan tunangan tetap tidak boleh dilakukan (titik) itu mutlak konsukuensinya. Sebaliknya, jika sudah sah Suami Istri hukumnya menjadi Halal atau diperbolehkan tetep dengan cara sehat pelaksanaannya malah nyaris menjadi ibadah sebab dalam menunjang Fitrah Manusia (mengembangkan keturunan atau memproduksi anak) untuk meningkatkan gairah seks diantara keduanya sebagai perangsang urat syaraf pangkal birahi. Begitulah nyatanya!
         Jika ciuman dilakukan dalam pacaran atau tunangan dianggap sebagai perilaku zina (perbuatan yang bukan pada waktunya sebab ada syarat dan ketentuannya dalam ajaran Islam). Dari situ, penulis saja tidak pernah melakukan hal itu sebab ditakutkan dorongan seks semakin memuncak sehingga biasanya sulit dikendalikan pada saat itu keadaannya.
         Ciuman, berhubungan badan, hal yang berkaitan dengan kegiatan seks jika sudah Suami Istri malah menjadi Ibadah dinilainya. Sebab menyalurkan pada waktu dan tempatnya.
         Rasulullah Saw bersabda, "para sahabat berkata, "Wahai Rasulullah, apakah jika salah seorang diantara kami mengikuti syahwatnya, adakah ia mendapat pahala karenanya?" Rasulullah Saw bersabda, "Tahukah kalian jika seorang menumpahkan syahwatnya pada yang haram, tidakkah itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menempatkan syahwatnya pada yang halal adalah pahala baginya." 1


Kesimpulan:
         Ciuman itu hanya untuk yang sudah sah sebetulnya sebab jika tidak ditahan atau tidak dikendalikan, malah nafsu semakin menggila, hilang kesadaran antara kebenaran dan kesalahan. Semoga kita bisa bijak lagi dalam menjalin hubungan, karena ciuman diperbolehkan jika sudah menikah itu yang lebih dipentingkan. Jika masih pacaran malah itu mengaburkan tujuan cinta itu sendiri sehingga lebih dominan pemuasan seksualnya saja, jadinya cinta karena nafsu, bukan karena ibadah dong?


Sumber : http://rizalrosdiana.blogspot.com/2012/04/bahaya-ciuman-yang-belum-waktunya.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar